Sehari Seratus Kata: Waisak

Sehari setelah malam bulan purnama, ia baru teringat tentang Waisak. Namun, alangkah anehnya: ia perlu mencari di Google untuk memastikan bahwa hari raya itu memang jatuh pada hari ini. Ini membuatnya yakin bahwa ia memang tak cocok dengan religiusitas atau spiritualitas yang dilembagakan, dan kian mengukuhkan keyakinannya dengan apa yang selama ini disebutnya sebagai “agama alam”.

Tapi, kenapa pula tahun ini ia menggelisahkan tentang Waisak? Barangkali karena perayaan Waisak menarik untuk dipotret atau dibikinkan video — dan ia sedang tergila-gila dengan fotografi dan videografi. Barangkali pula karena ia, jauh di alam bawah sadarnya, merasa kurang sreg kalau tak memberikan penghormatan kepada lembaga religius yang paling dekat dengan keyakinannya tentang “agama alam” itu.

Barangkali yang terakhir itu cukup kuat, namun kenapa ia beberapa hari lalu melewatkan begitu saja sebuah artikel dengan judul yang terkait dengan pengambilan api suci, dan justru sibuk mengerjakan hal lain yang kini pun tak ia ingat lagi apa tepatnya? Apa pun alasannya, kini momen itu sudah hampir lewat: ia tak punya persiapan sama sekali untuk memotret di Borobudur atau salah satu kelenteng di Jogja.

Bahkan untuk sekadar mandi besar dan menyambut hari lahir Sang Buddha pun ia tak ingat. Namun, ia merasa keterlambatan-keterlambatan semacam itu pun bukan masalah besar, dan Buddha dan alam semesta akan mengerti: ia memang telah berjalan puluhan tahun untuk menuju diri yang hakiki, namun ia masih manusia biasa yang patut saja kalau tidak selalu konsisten atau tidak selalu ingat.

Lebih-lebih, saat ini sedang bulan puasa. Ia harus memusatkan energi dan tenaganya untuk mengikuti aliran semesta yang dominan hari ini: tentu ia masih tak berpuasa — puasa seperti yang dipahami kebanyakan orang — namun ia harus menahan diri dan mengenakan topeng agar terhindar dari masalah-masalah lanjutan yang hanya akan menyendat langkahnya. Sulit memang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *