Menu

Sehari Seratus Kata: Pantai

Banyak yang ia rindu dari pantai. Debur ombak tak berkeputusan. Pasir putih bersih yang menggelitik telapak kaki. Sengatan matahari di ubun-ubun dan kulit. Dan hawa dingin yang meresap hingga ke sumsum tulang saat ia mencelupkan diri ke dalam air.

Tetapi yang terutama adalah perasaan bebas. Ya. Setiap kali berada di hamparan pasir itu, di tengah semua kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang, ia merasakan kebebasan itu. Tak perlu terpenjara lagi oleh keempat dinding kamar. Tak perlu menggubris pandangan orang lain.

Yang mencegahnya untuk tidak segera berangkat adalah banyaknya urusan yang harus diselesaikan di kota. Kadang-kadang ia membayangkan, seandainya ia tinggal di sebuah kota pesisir, betapa ia akan benar-benar akan menjadi anak pantai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *