Menu

Jangkrik dan Rumah yang Dihuni Malam

Dari dalam rumah itu terdengar bunyi jangkrik sepanjang waktu. Tak peduli malam, pagi, siang, atau sore, bunyi jangkrik tak berkeputusan terdengar dari sana.

Kalau kau lewat untuk pertama kalinya di depan rumah limasan itu pada siang hari, pasti kau mendengar bunyi jangkrik itu dan kemungkinan besar akan menduga-duga. Mungkin penghuninya penggemar jangkrik yang memelihara jangkrik untuk dijual atau diadu. Atau mungkin penghuninya peternak jangkrik khusus pakan burung untuk lomba berkicau atau kecantikan burung.

Tetapi segemar-gemarnya orang pada jangkrik, atau sebanyak apa pun jangkrik yang dipelihara, tentu jangkrik tak akan berbunyi terus-menerus tanpa jeda seperti itu. Jangkrik hanya akan terus-menerus berbunyi pada waktu malam hari, bukan? Pada siang hari, jarang sekali kau dengar bunyi jangkrik. Sesekali mungkin iya, saat kau berjalan sendirian di kebun atau hutan, tetapi terus-menerus?

Tetapi itulah yang akan kau dengar dari rumah itu, tak peduli jarum di arlojimu menuding angka berapa. Karena, malam telah mengambil alih rumah itu dan bermukim di dalamnya: dan pula membawa serta semua yang biasa kaujumpai saat malam. Ya, saudara, di rumah itu kini bermukim malam hari. Jadi, kau tak perlu heran lagi kalau kau dengar bunyi jangkrik tak berkesudahan itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *