Menu

Di Kampung Zaman Sekarang

Di kampung zaman sekarang orang belum kehilangan naluri untuk membangun dan menikmati kebersamaan. Ini cukup bisa memulihkan kerenggangan antarwarga yang timbul lantaran kesibukan sehari-hari.

Tiga hari terakhir, ia pulang ke kampung halamannya dan ikut serta dalam kebersamaan itu. Warga mengenakan pakaian tradisional Jawa dan berpawai keliling empat dusun: dusunnya sendiri, dan tiga dusun lain yang berdekatan dengan dusunnya.

Tentu, teman-teman sebayanya sudah tumbuh menjadi bapak-bapak dan ibu-ibu dengan satu atau dua orang anak yang sudah SD. Beberapa teman sebayanya sudah pula menempati kedudukan terhormat di masyarakat.

Kelompok muda-mudi sekarang berisi anak-anak muda yang hampir semuanya tak ia kenal. Mungkin mereka masih merangkak saat ia pergi meninggalkan kampungnya untuk mengembara dulu.

Beberapa tempat tak berubah: lahan persawahan di utara dan barat desa, pohon asem besar dan tua yang menjadi simbol dan ciri khas dusun, jalan-jalan. Beberapa tempat berubah: rumah-rumah sudah dibangun lebih baik, jalan-jalan lebih bersih, dan manusianya.

Lima atau sepuluh tahun lagi, kebersamaan seperti itu akan semakin dibutuhkan. Lahan kawasan industri di dekat dusunnya tentu sudah akan dibangun, dan pabrik-pabrik, dan manusia-manusia baru, akan berdatangan.

Di kampungnya zaman sekarang, orang bersiap menghadapi suasana perdesaan yang akan segera berubah menjadi perkotaan, dan semua masalah-masalah khas perkotaan. Kalau ia ingin menikmati suasana perdesaan, akan lain tempatnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *