Sehari Seratus Kata: Waisak

Sehari setelah malam bulan purnama, ia baru teringat tentang Waisak. Namun, alangkah anehnya: ia perlu mencari di Google untuk memastikan bahwa hari raya itu memang jatuh pada hari ini. Ini membuatnya yakin bahwa ia memang tak cocok dengan religiusitas atau spiritualitas yang dilembagakan, dan kian mengukuhkan keyakinannya dengan apa yang selama ini disebutnya sebagai “agama alam”. Continue reading “Sehari Seratus Kata: Waisak”