Menu

Zita

Namanya Zita Maria Grazia Adelgonda Michela Rafaella Gabriella Giuseppina Antonia Luisa Agnese. Ia lahir di Viareggio, Italia, pada tanggal 9 Mei 1892. Dia adalah putri Duke of Parma, yang hidupnya bersahaja walaupun punya hubungan langsung dengan raja Perancis Louis XI. Di usia 19 tahun ia menikah dengan Archduke Charles, yang masih punya hubungan darah dengan Kaisar Austria, Franz Joseph.

Dunia tengah ditangkup kedamaian yang seolah-olah akan abadi selama sang kaisar masih bertahta. Tetapi petaka telah digariskan untuk monarki yang telah berdiri sejak 1282 itu. Putra Mahkota, Franz-Ferdinand, ditembak seorang fanatik Serbia di Sarajevo—yang memicu pecahnya Perang Dunia I. Kaisar mangkat pada tahun 1916. Dan tiba-tiba saja Zita telah menjadi permaisuri karena suaminya diangkat menjadi kaisar berdasarkan darah.

Tetapi kehormatan itu pendek umurnya. Pada tahun 1918 Austria-Hongaria kalah perang dan Charles dipaksa turun tahta. Ia mangkat 29 bulan kemudian. Tetapi Zita sang permaisuri terakhir Kekaisaran Austria terus bertahan sampai 63 tahun berikutnya. Ia menjalani hidupnya di Swiss dan Amerika Serikat, tanpa pernah mencoba meraih kembali kedudukannya yang terhormat itu—tetapi telah musnah oleh kekalahan dalam perang.

Zita meninggal di usia 96 tahun, tepatnya pada tanggal 14 Maret 1989. Ia dikebumikan dengan upacara kenegaraan yang megah di Katedral St Stephen di Wina. Ribuan pelayat memadati jantung kota sehingga kereta matinya harus bersusah payah ketika mengantarkan jasadnya ke Gereja Capuchin. Di gereja itulah, tepatnya di permakaman bawah tanahnya, mantan permaisuri itu akan dikebumikan bersama 142 anggota keluarga Dinasti Hapsburg.

Ritual tradisional bagi anggota wangsa Hapsburg yang mangkat pun dilakukan.

Di pintu permakaman, Pembawa Acara tiga kali mengetukkan tongkatnya ke lantai.

Dari dalam, terdengar jawaban dari seorang biarawan yang bersahaja, “Siapakah yang ingin masuk kemari?” Pembawa Acara menjawab, “Zita, Permaisuri Kaisar Austria, Ratu Hongaria, Ratu Bohemia, Ratu Dalmatia, Ratu Kroasia, Ratu Slovania, Ratu Galicia….’ Dan seterusnya (Pembawa Acara menyebutkan semua gelar yang pernah dimiliki Zita).

Kata biarawan, “Aku tak mengenal dia.”

Sekali lagi Pembawa Acara mengetukkan tongkatnya, dan sekali lagi sang biarawan bertanya, “Siapa yang ingin masuk kemari?”

“Zita, Paduka Yang Mulia Permaisuri Kaisar Austria.”

“Aku tak mengenal dia.”

Untuk ketiga kalinya Pembawa Acara mengetukkan tongkatnya, dan sang biarawan kembali bertanya, “Siapa yang ingin masuk kemari?”

“Zita,” jawab Pembawa Acara, “seorang manusia fana yang penuh dosa (Ein sterblicher, sündiger Mensch).

Akhirnya sang biarawan menjawab sambil membuka gerbang, “Maka biarlah ia masuk kemari.”

Maka bangsawan wanita dari Italia itu, Permaisuri Kaisar Austria yang paling pungkas dari sebuah monarki yang telah sangat tua umurnya, akhirnya beristirahat dengan tenang di kuburnya.***

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *