Menu

The Battle Hymn of Republic

Mataku telah saksikan kejayaan Tuhan yang segera menjelang
Ia keluar dari gudang di mana ikat-ikat kemurkaan disimpan
Ia lemparkan petir dari pedangnya yang mengayun tangkas
Kebenaran-Nya tengah menderap maju…
Aku telah lihat Ia di api unggun yang dilingkari perkemahan
Mereka bangunkan altar-Nya dari embun senja dan udara basah
Dapat kubaca kalimat-Nya di sinar yang kabur dan remang
Hari-Nya tengah menderap maju…

Jaya! Jaya! Haleluyah!
Jaya! Jaya! Haleluyah!
Hari-Nya tengah menderap maju

Aku telah baca Kabar menakutkan itu tergores di barisan baja
“Karena telah kau patuhi Utusanku, maka Berkat-Ku akan mengurapimu selalu”.
Sang Pahlawan, yang terlahir dari Perempuan, akan menginjak ular dengan kakinya
Karena Tuhan tengah menderap maju….

Ia bunyikan sangkakala yang tak akan pernah mengajak mundur
Ia timbang hati manusia di hadapan kursi pengadilan-Nya
O, lekaslah jiwaku, o tangkaslah kakiku, untuk menjawab-Nya
Tuhan kita tengah menderap maju….

Jaya! Jaya! Haleluyah!
Jaya! Jaya! Haleluyah!
Hari-Nya tengah menderap maju

Dalam kecantikan bunga lili Kristus dilahirkan di seberang lautan
Dengan kejayaan di dadanya yang menggentarkan kau dan aku
Karena Ia mati untuk membikin suci manusia, mari kita mati untuk membikin bebas manusia
Ketika Tuhan menderap maju….

Ia datang seperti kejayaan pagi di ombak laut
Ia adalah Kebajikan bagi yang agung, Kehormatan bagi yang berani
Dunia adalah tapak kaki-Nya, dan jiwa-jiwa tersesat adalah budak-Nya
Tuhan kita menderap maju….

Julia Ward Howe

Catatan: puisi ini diciptakan semasa Perang Saudara Amerika dan menjadi salah satu lagu nasional AS. Biasanya dinyanyikan dengan perubahan pada larik “Karena Ia mati untuk membikin suci manusia, mari kita mati untuk membikin bebas manusia”. Mati di larik ini biasanya diganti hidup, dan dengan demikian mengurangi kadar mistiknya, namun sesuai dengan filsafat pragmatisme Amerika yang digagas antara lain oleh John Dewey dan Henry James. Irama lagu ini sudah ditiru berkali-kali, salah satunya oleh suporter Manchester United yang juga mengganti larik refreinnya menjadi “Glory, glory, Manchester United”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *