Menu

Terharu

Walaupun tidak pernah lagi menjalankan ibadah apa pun, tapi ia masih gampang terharu pada hari-hari besar agama.

Pada musim Natal, entah kenapa ia bisa merasakan kegembiraan menyambut lahirnya Juru Selamat.

Kalau mendengar lagu-lagu tentang momen kelahiran itu, ia jadi gampang terharu dan matanya berkaca-kaca.

Ia tak pernah berpuasa saat Ramadhan atau ikut salah Ied saat Iedul Fitri atau Iedul Adha.

Tapi ia mudah terharu mendengar zikir dan puji-pujian kepada Tuhan yang berkumandang lebih lantang pada momen-momen itu.

Kalau mendengar orang mekidung pun, walau ia tak paham bahasa yang dilantunkan, bulu kuduknya meremang.

Atau, saat Waisak, ia bisa berlama-lama memandangi bulan purnama dan terhanyut dalam renungan.

Tapi, ia tetap bukan orang yang religius. Hanya orang yang sangat peka saja.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *