Menu

“Senjata Saya hanya 28 Abjad dan Jari-jari Tangan Saya!”

Menurut guardian.co.uk, edisi Maret 2007, pada perayaan harlahnya yang ke-80, Gabriel Garcia Marquez menghadiri Kongres Internasional Bahasa Spanyol di sebuah aduitorium di kota pelabuhan Cartagena, Kolombia.

Pada kesempatan itu, Marquez mengenang lagi proses penulisan novel legendaris yang pernah ditulis dalam bahasa Spanyol sejak Don Quixote, Seratus Tahun Kesunyian.

Ia ingat, selama 18 bulan itu, Mercedes, istrinya, harus menjual perhiasan untuk membayar sewa rumah dan membeli makanan untuk kedua putra mereka.

Kata Marquez, “Rasanya edan ketika membayangkan ada sejuta orang yang membaca sesuatu yang saya tulis dalam kesunyian di kamar saya. Bayangkan, senjata saya hanya 28 abjad dan jari-jari tangan saya!”

Bill Clinton, yang juga hadir dalam perayaan itu, berkomentar: “Saya percaya bahwa beliau adalah penulis fiksi terpenting sejak William Faulkner.” Clinton membaca Seratus Tahun Kesunyian saat ia masih bersekolah hukum dan tak penah melepaskan novel itu—bahkan saat berada di kelas.

Marquez memang dianggap “done magic” dengan karyanya itu. Buah manis dari segala penderitaan juga telah dipetiknya. Tetapi dulu sangat beda, kata Marquez.

Ketika karyatamanya rampung pada bulan Agustus 1967, ia dan istrinya pergi ke kantor pos untuk mengirimkan karya itu kepada editornya di Buenos Aires. Mereka hanya punya 35 peso, padahal ongkos kirim membutuhkan 82 peso.

Apa akal? Mereka hanya mengirimkan setengah bagian dari karya itu. “Setelah itu kami sadar bahwa yang kami kirim adalah bagian yang kedua,” kata Marquez.

Untungnya, sang editor, “begitu senang ketika membaca bagian pertama itu sehingga ia mengirimkan uang agar kami bisa mengirimkan sisanya.”

Begitu harumnya nama Marquez hingga sebuah kota di Kolombia menggelar refrendum untuk mengubah nama kota dengan menggunakan nama Macondo. Marquez lahir dan tumbuh besar di kota itu: Aracataca. Menurut cbsnews.ca, edisi 25 Juni 2006, nama yang diusulkan adalah “Aracataca-Macondo”. Kota berpenduduk 15.000 orang itu telah memasang plakat selamat datang bertuliskan “Selamat datang di dunia ajaib Macondo”.

Tags:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *