Menu

Selesai

Setelah menyelesaikan pekerjaan dan mengirimkan hasil pekerjaan itu kepada penerbit, seperti biasa, dia merasa hampa. Ada yang terasa hilang begitu saja dan tak akan kembali lagi.

Namun, dia tahu perasaan itu hanya menipu. Dia selalu mendapatkan kembali yang hilang itu saat dia mulai mengerjakan pekerjaan baru dan, saat tenggelam dalam pekerjaan yang baru itu, pekerjaan yang baru saja diselesaikan itu terasa jauh, seperti kenangan.

Dia selalu membutuhkan hal-hal baru untuk mencegah agar tidak menghabiskan tenaga dan waktu pada hal-hal yang tak mengenakkan atau mengganggu hati dan pikirannya. Misalnya, kenangan, rindu pada kekasihnya, atau harapan yang belum terwujud.

Menerjemahkan membuat dia selalu memiliki sesuatu yang harus dia lakukan. Dia senang karena selain mengalihkan perhatiannya dari hal-hal yang tak mengenakkan itu, dia juga memperoleh uang.

Selain itu, dia juga senang karena menerjemahkan adalah keahlian yang sangat dikenalnya. Dia kenal setiap jengkal proses penerjemahan dalam bidang yang ditekuninya dan karena itu dia selalu mampu mengukur sebuah job.

Keahlian utamanya, dan bidang yang sangat dinikmatinya, adalah penerjemahan buku sastra dan sosial. Namun, sejak menerjemahkan untuk agen dalam jaringan, dia belajar cukup banyak tentang penerjemahan di bidang-bidang lain.

Kesibukannya empat hari terakhir dengan naskah The Garden of Eden membuat dia berpikir untuk kembali menekuni penerjemahan konvensional.

Namun, dia masih mempertimbangkan kecilnya honor. Dia punya tanggungan angsuran, spp, dan kos setiap bulan serta, tentu, keharusan untuk menabung.

Dia tidak boleh egois. Namun, dia merasa berhak untuk bersantai sejenak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *