Menu

Pengalaman Belanja di Lazada Ini Kali: Buruk

pengalaman belanja di lazada

Pengalaman belanja di Lazada ini kali buruk!

Update (1 Maret 2017): masalah dengan Lazada sudah diselesaikan dengan baik walaupun memang harus sedikit repot.

Pengalaman belanja di Lazada selama ini sebenarnya baik-baik saja. Setelah pembayaran dikonfirmasi pihak Lazada, barang akan dikirim dan biasanya sampai dalam dua atau tiga hari.

Selama sekitar tiga tahun terakhir, saya puas berbelanja di toko daring itu. Bahkan, pernah juga saya mempromosikan toko itu melalui words of mouth.

Bagaimana Pengalaman Belanja di Lazada Ini Kali Bisa Buruk

Tetapi pembelian terakhir pada 15 Februari 2017 tempo hari membuat saya geram. Barang yang saya pesan itu adalah kamera aksi Xiaomi Yi versi pertama. Hingga saya menulis pos ini, belum juga tiba di alamat pengiriman.

Alasan dalam email yang masuk ke ponsel bikin jengkel. Alasannya: kurir tidak bisa menemukan alamat pengiriman yang saya cantumkan di pesanan. Give me a break!

Saya menggunakan alamat pengiriman seperti biasa yang digunakan setiap kali berbelanja di Lazada. Saya “pinjam” nama teman yang tinggal di asrama kampus–karena terletak di dalam kota dan mudah dijangkau kurir.

Kampus tempat saya menuntut ilmu saat ini memang kecil dan tidak terkenal. Tapi, letaknya di dalam kota dan sudah ada di Google Maps juga. Tidak sulit mencarinya–kurir-kurir sebelumnya selalu sukses dan cepat.

Biasanya, barang akan dititipkan di pos satpam. Setelah konfirmasi pengiriman dikirim melalui email, sehari kemudian saya tinggal memeriksa di pos satpam, dan biasanya barang sudah sampai.

Bintang empat atau lima tentu saya berikan kepada seller di Lazada. Tetapi karena pengalaman belanja di Lazada ini kali sangat buruk, sekali ini rasanya saya akan “tega” memberikan bintang satu.

Bayangkan, dalam sehari ini saja saya sudah memeriksa di pos satpam kampus dua kali! Saya sudah menggunakan fasilitas chat online di customer care Lazada juga–dan belum dibalas sampai sekarang.

Tetapi mungkin juga saya melakukan kesalahan. Pasalnya, nomor telepon yang tercantum di formulir pemesanan memang nomor telepon saya yang lama. Tapi ini pun sudah saya ganti dengan yang baru di panel akun.

Entah bagaimana drama ini akan berakhir. Padahal, saya sudah menjadwal akan menggunakan kamera aksi itu untuk jalan Minggu besok. Pengalaman belanja di Lazada yang buruk ini kali merusak jadwal refreshing.

Saya memperbarui pos ini kalau ada perkembangan lagi. Dan inilah perkembangannya:

Setiap hari saya “menyerang” Live Chat Lazada, akun Twitter-nya, dan akhirnya saya kirim surat pembaca ke Detik. Setelah surat pembaca di rubrik Suara Pembaca Detik itu terbit, saya kirim tautannya melalui DM di Twitter.

Hari Jumat, pihak Lazada lalu menghubungi saya melalui telepon dan menawarkan untuk mengirim pesanan saya lagi. Saya sanggupi walaupun harus menunggu beberapa hari lagi. Barang tiba di alamat pengiriman saya hari Senin.

Rupanya dugaan saya tepat: kurir tidak bisa mengirimkan barang karena nomor telepon di formulir pemesanan tidak bisa dihubungi. Entah kenapa bisa begitu, padahal saya sudah mengganti nomor telepon di akun pengguna di situs Lazada.

Lagi pula, kenapa pihak Lazada menyatakan, melalui situs dan email-nya, bahwa pesanan sudah diterima walaupun saya belum menerimanya? Baik, saya salah dalam hal nomor telepon itu, tapi Lazada salah dalam pernyataan tentang penerimaan barang.

Pihak kurir (Lazada Express) kemudian juga menghubungi saya. Sekali lagi, saya konfirmasikan alamat pengiriman sekaligus ancar-ancarnya. Memang repot, tapi saya coba bersabar. 

Karena Lazada sudah beritikad baik, saya pun berusaha melupakan pengalaman belanja di Lazada yang buruk ini. Saya mengirim surat klarifikasi ke Detik lagi untuk memberitahukan bahwa masalah sudah diselesaikan dengan baik.

Akhirnya drama belanja di Lazada berakhir dengan baik. Kamera aksi Yi Cam edisi internasional dan aksesorinya sudah saya pegang — dan mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *