Menu

Penebusan

The Garden of Eden cukup ramah kepadaku hari ini. Tidak banyak kata-kata bahasa Perancis dan Spanyol. Kalaupun ada, istilah-istilah itu sudah pernah kuterjemahkan. Jam 4 sore, kuhentikan pekerjaanku dan kuperiksa sebentar. Hari ini hanya separuh bab, kira-kira kurang dari seribuan kata.

Proses terjemahan novel ini memang sangat lambat jika dibandingkan dengan beberapa buku public domain yang pernah kuterjemahkan dan diterbitkan penerbit D. Namun, aku memang tidak mau main-main dengan karya Ernest Hemingway ini.
Dulu, saat aku masih di semester awal, Hemingway merupakan salah satu oknum yang membuatku kecanduan membaca karya klasik. Novel favoritku karya Hemingway adalah For Whom the Bell Tolls. Aku bahkan berencana menjadikan novel ini sebagai bahan skripsi karena secara pribadi aku menyukai ceritanya (kisah cinta yang sungguh mengharukan dengan latar belakang Perang Sipil Spanyol).
Ketika ditawari novel ini sekitar 2 bulan yang lalu (yup, memang dua bulan yang lalu), aku langsung merasa bahwa waktu tiga bulan pun tidak akan cukup untuk menyelesaikan karya yang terbit secara anumerta ini. Aku langsung berpikir: mungkin dengan menerjemahkan novel ini, aku dapat menebus “janji” yang tak bisa kutepati (karena keburu DO). Lagipula, saat itu job dari agenku sedang banyak-banyaknya.
Jadi, kuterjemahkan novel ini dengan sangat serius. Riset sana-sini, konsultasi KBBI dan Echols & Shadily, tentu ditambah kamus-kamus online, Google dan Wikipedia — karena aku sama sekali nggak dong kata-kata bahasa Perancis dan Spanyol serta nama-nama makanan yang seperti berasal dari planet X, misalnya cafe creme).
Aku sungguh serius mengerjakan novel ini meskipun honornya — seperti biasa — naudzubillah (lima kali lipat lebih < daripada tarifku untuk agen dan klien langsung). Namun, ya itu tadi, aku menganggap pekerjaan ini sebagai semacam “penebusan”.
Kalaupun aku ditegur penerbit D karena terlalu lama dan kemudian tidak diberi job lagi, tak masalah bagiku. Yang penting The Garden of Eden ini benar-benar bagus hasil terjemahannya. Apalagi, setahuku, jarang ada yang tahu bahwa buku ini pernah terbit (walaupun secara anumerta). Dan: belum ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Yang ingin membaca versi aslinya, silakan klik di sini (PDF).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *