Menu

Pantai Nampu, Wonogiri, Jawa Tengah

Bentangan pasir di Pantai Nampu, Wonogiri, Jawa Tengah, memanjang di bawah tebing yang cukup tinggi. Pengunjung turun melalui tangga semen yang cukup terjal, melewati gubuk-gubuk warung.

Pantai Nampu, Wonogiri, Jawa Tengah

Bukan masalah besar bagi saya saat turun walaupun saya menggendong ransel kesayangan yang beratnya sekitar 7 kilogram. Tapi saat naik hendak meninggalkan pantai, itu lain soal.

Saya tiba di Pantai Nampu ini lantaran tersesat. Awalnya, tujuan saya adalah ke Pantai Krokoh. Menurut Google Earth, Krokoh terletak di timur Pantai Sadeng, melewati jalan yang berawal dari sisi timur pelabuhan nelayan paling timur di Gunung Kidul itu.

Sekitar pukul setengah sebelas siang, saya sudah tiba di pos retribusi Sadeng, yang seminggu sebelumnya sudah saya lewati setelah menjelajah ke Pantai Srakung yang tersembunyi.

Kepanasan, haus, lapar, mengantuk, dan menahan sakit lantaran ambeien, saya istirahat sejenak di pos, membayar retribusi sebesar dua ribu rupiah, dan mengobrol dengan petugas dan seorang warga.

Mereka berdua memberi tahu saya bahwa jalan ke Krokoh sulit karena belum diaspal. Lebih baik melewati jalan aspal yang berawal di pertigaan sebelum pos itu.

Saya menuruti saran mereka. Tapi sinyal Telk***** putus-putus. Saya coba menyusuri jalan aspal hingga melewati batas provinsi DIY dan Jateng. Saat memeriksa peta lagi, ternyata saya sudah sangat jauh dari Krokoh.

Saya memperkirakan bahwa Krokoh tidak akan punya akses jalan baik — seperti di Srakung. Padahal, mendung mulai berkerumun dan saya tak membawa alat berkemah. Akhirnya saya putuskan untuk terus saja ke Pantai Nampu.

Sinyal peta lumayan baik sehingga saya bisa mencapai pertigaan dengan petunjuk jalan ke Pantai Sembukan dan Pantai Nampu. Saya mengunjungi Sembukan lebih dulu, lalu baru ke Nampu.

Semua jalan sudah diaspal hingga ke area parkir Pantai Nampu. Hanya saja, karena melewati pegunungan dan kawasan hutan, jalurnya naik turun dan berkelok-kelok serta sepi.

Pantai Nampu termasuk dalam wilayah Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Kawasan pesisir selatan kabupaten ini memiliki dua pantai yang sudah dikelola sebagai tujuan wisata, yaitu Pantai Nampu dan Pantai Sembukan.

Namun, sebenarnya masih ada beberapa pantai lagi yang belum terekspos, misalnya Pantai Njojokan dan Pantai Kalimirah — kalau ada dana dan waktu, kapan-kapan tentu akan saya telusuri.

Sebelum mencapai Pantai Nampu, ada sebuah pertigaan dengan plang lagi di dekat sebuah sekolah dasar. Lurus ke Pantai Nampu, kiri ke Pantai Banyutibo, yang termasuk Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Saya memarkir motor di penghabisan jalan aspal. Saya sempat melongok melalui sebuah warung di atas tebing. Terlihat hamparan pasir dan Laut Selatan yang luas. Sayangnya, mendung semakin tebal.

Ibu penjaga parkir memberi tahu saya bahwa ada penginapan, yaitu tepat di depan tempat parkir motor. Tetapi tempatnya lebih terlihat seperti warung yang sedang tutup.

Saya menuruni tangga semen yang terjal dan sempat singgah sebentar di sebuah warung untuk mempersiapkan kamera. Tak banyak pengunjung sore itu. Mungkin tak lebih dari dua puluh orang di pantai sepanjang itu.

Air laut rupanya sedang tinggi sehingga saya tak berani mencelupkan kaki ke dalam air. Tapi saya mencopot sandal dan berjalan telanjang kaki di atas pasir yang tidak terlalu curam.

Agak ke tengah, terlihat dasar batu karang yang kelihatannya tak begitu runcing. Di sisi kanan, sekilas langit sore tampak terang. Tetapi pemandangan di sisi itu terhalang sebuah bukit yang tinggi.

Ombak di Pantai Nampu tak begitu besar sehingga saya kira pantai ini cukup aman untuk bermain air. Tapi saya sudah terlalu lelah untuk menyusur ke arah timur, yang kira-kira membentang satu kilometer hingga berakhir di tebing tinggi jauh di sana.

Langit semakin mendung, dan Pantai Nampu semakin sepi. Saya kemasi tas dan peralatan, lalu mendaki tangga semen. Saya sempat singgah di sebuah warung dan minum kopi serta mengobrol banyak dengan bapak penjualnya.

Mendung semakin tebal dan gerimis mulai turun. Saya harus segera mencapai Pantai Klayar sebelum magrib.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *