Menu

Negeri Lain

‘Negeri’ dalam langgam Bahasa Indonesia dasawarsa 30-an berbeda dari ‘negeri’ yang dipahami sekarang.

Kita ingat, misalnya, bagaimana kata itu digunakan dalam Katak Hendak Jadi Lembu karya Nur St. Iskandar.

‘Negeri’ dalam novel pra-Kemerdekaan itu hampir sama dengan ‘negeri’ dalam istilah ‘luar negeri’ yang dipahami sekarang.

Sumedang adalah sebuah lokasi geospasial sendiri yang berbeda dari namun setara kedudukannya dengan Bandung sehingga sama-sama dapat dirujuk sebagai ‘negeri’.

Jadi, ketika Suria hendak pindah mengikuti anaknya ke Bandung, dikatakan bahwa ia merantau ke negeri lain.

Memang bukan ‘luar negeri’, hanya ‘negeri lain’ atau ‘negeri orang’. Tapi, tetap saja, bukan ‘negeriku’, bukan bagian yang dekat dengan ‘aku’.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *