Menu

Membuat Video Traveling: Hobi Baru

Saya sedang keranjingan membuat video traveling. Saking asyiknya, rasanya ingin jalan terus dan menghimpun bahan audiovisual. Kebetulan rezeki juga sedang cukup lancar. Untung masih bisa mengendalikan diri.

Saat ini, saya menggunakan dua buah kamera aksi Yi Cam versi internasional. Yang satu warna hitam dan satu lagi warna putih. Saya membeli kamera-kamera ini karena kamera di ponsel saya rasa kurang bisa diandalkan.

Alat membuat video traveling

Peralatan Membuat Video Traveling

  1. 2 kamera aksi Yi Cam versi internasional
  2. 1 chest strap
  3. 1 head strap
  4. 2 side frame
  5. 1 selfie stick three-way dilengkapi mini tripod
  6. 1 selfie stick for phone
  7. 2 dudukan kamera aksi di helm dan motor
  8. Berbagai macam baut
  9. 1 tripod mini lentur
  10. 1 tas kamera aksi medium
  11. 1 waterproof case
  12. 1 baterai cadangan

Semua peralatan itu sebagian dimasukkan ke dalam tas kamera aksi medium. Selanjutnya, tas kamera ini disisipkan ke dalam tas saya yang khusus untuk traveling (Eiger Wanders 30l atau Eiger Army 30l). Untuk akses cepat selama dalam perjalanan naik motor, beberapa peralatan ditaruh di bagian saku depan tas.

Saya berencana membeli drone yang murah dan sederhana. Tapi agak nanti saja, setelah saya mengenali kamera-kamera aksi saya lebih intim dan keterampilan videografi bertambah. Selain itu, tentu harus mulai menabung untuk membeli DSLR agar tulisan di blog semakin memikat dengan foto berkualitas baik.

Peranti Lunak untuk Membuat Video Traveling

Untuk membuat video traveling, saya menggunakan peranti lunak Windows Movie Maker. Sangat sederhana, bukan? Sudah memadai untuk saat ini, tapi nanti harus belajar Adobe Premiere juga. Apa lagi, prosesor laptop saya i7, jadi semestinya cukup kuat untuk program berat.

Untuk musik, saya mulai belajar menggunakan karya musik bebas royalti yang tersebar di YouTube. Soalnya, saya tidak mau ada iklan di video saya, yang tentu akan mengganggu penonton.

Hasil video saya agih di kanal YouTube dengan nama JustMePassion, Instagram, dan Line. Untuk YouTube, durasi video bisa lebih panjang. Untuk Instagram dan Line, saya membuat video traveling durasi maksimal satu menit.

Berikut ini salah satu hasil belajar membuat video traveling:

Saking asyiknya, saya malah terkadang lupa menulis pos di blog. Aduh!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *