Menu

Lagu Sungai

biduk ini terbikin dari kayu shato, dan pagarnya dari belahan magnolia,
para musisi dengan seruling emas penuh hiasan mengisi setiap sisi,
dan anggur kami cukup untuk seribu cangkir.
kami membawa serta gadis-gadis penyanyi, mengarus bersama sungai,
tapi Sennin menghendaki seekor bangau kuning untuk upeti,
dan para kelasi kami lebih suka mengikuti dan menunggang camar putih.

Lagu prosa Kutsu menggantung bersama matahari dan bulan.
istana berteras Raja So kini tinggal bukit telanjang
tapi aku tarikan pena di lembaran ini, yang membikin lima puncak agung gemetar,
dan aku dihujani kebahagiaan oleh kata-kata ini
seperti kebahagiaan pulau-pulau biru
(kalau kejayaan memang kekal maka
air sungai Han akan mengalir ke utara.)

dan aku telah menunggu di taman Kaisar,
menunggu titah untuk menulis!

kupandangi danau naga, dengan airnya yang sewarna rumput willow
dan membayang tepian langit, dan kudengar bulbul meracau
dengan lima nada. angin timur mengangkut warna hijau di rerumputan
Yei-shu, rumah ungu dan merah jambu dipenuhi kelembutan musim semi,
di sebelah selatan kolam pucuk-pucuk willow
nampak semakin biru, batang-batangnya berjalinan dalam angin,
membentur-bentur tembok istana.
sulur-sulur anggur ratusan kaki panjangnya bergelantungan
di pagar berukir, dan jauh di atas willow,
burung-burung jinak saling menyanyi, dan dengarlah:
mereka berseru: “Kwan, kuan,” bagi angin pagi dan kelembutannya.

angin menimbun diri menjadi awan biru dan bergentayangan.
atas seribu gerbang, atas seribu pintu, musim semi menyanyi dan
Kaisar ada di Ko. Lima awan menggantung, cerah di langit ungu,
para pengawal kerajaan keluar dari rumah emas
dengan baju berkilauan. Kaisar dengan kereta emasnya
datang memeriksa bunga-bunga,
ke Hori, untuk menyaksikan bangau-bangau mengepakkan sayap,
pulang lewat jalur batu Sei, untuk menyimak bulbul baru,
karena taman-taman Jo-run dipenuhi bulbul,
kicauannya bercampur dengan seruling ini,
suaranya ada di dua belas seruling ini.

Rihaku, sekitar abad ke-8 SM (sebagaimana diterjemahkan oleh Ezra Pound)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *