Menu

Kembali

Christopher Brennan, salah satu penyair Australia modern pertama, dikenal sebagai peminum berat dan jauh dari norma-norma Katolik.

Padahal, Brennan tumbuh besar lingkungan religius: ia bersekolah di sekolah-sekolah Jesuit, keluarganya pun religius.

Namun, setelah beranjak dewasa, dan mengenal puisi lebih dalam dan menjadi penyair, agama tak pernah disentuhnya lagi.

Baru menjelang napas penghabisan ia mengingat agama — tapi kemungkinan besar ia selalu mengingat Tuhan walaupun bukan dengan terminologi religius.

Brennan kembali ke dalam pelukan Katolik Roma sebelum meninggal. Entah kenapa demikian.

Mungkin ajal memang membukakan mata seseorang terhadap suatu kebenaran. Tapi “kebenaran” ini sepertinya diungkapkan sesuai ingatan calon mendiang.

“Kebenaran” itu, bagi Brennan yang tumbuh dengan nuansa Katolik, tampil sebagai gereja Katolik Roma yang menjanjikan keselamatan surgawi.

Kalau kau sekarat nanti, dan kau Islam, dan kini menyatakan diri sebagai agnostik, mungkin kau akan kembali mengucapkan syahadat yang diiringi getar.

Kalau kau sempat kembali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *