Menu

Kemarilah, Peluru

oleh Brian Turner

Kemarilah, Peluru
Kalau badan yang kau mau,
Maka inilah tulang belulang dan daging.
Inilah hasrat yang ditekam selangka,
Katup aorta yang menganga, pikiran
Yang berlompatan di sela-sela pembunuhan.
Inilah hamburan adrenalin yang kau dambakan,
Perkelahian tak kenal ampun, yang gila menikami
Panas dan darah, yang menantangmu merampungkan
Yang telah kau mulai. Karena di sinilah, Peluru,
Di sinilah aku rampungkan kata yang kau bawa,
Yang mendesing di udara, di sinilah aku bikin
Moncong mengerang, kupicu pelatuk senapan
Dalam diriku demi mesiu di lidahku,
Setiap picu menjangkau semakin dalam, karena
Di sinilah, Peluru,
Di sinilah, selalu, akhir dunia
2005

Catatan: puisi ini sering dibacakan di kalangan serdadu AS di Irak. Diterjemahkan tanpa izin dari Washington Post, edisi Selasa, 22 April 2008. Naskah aslinya sebagai berikut:

Here, Bullet

Here, Bullet
If a body is what you want,
then here is bone and gristle and flesh.
Here is the clavicle-snapped wish,
the aorta’s opened valves,
the leap thought makes at the synaptic gap.
Here is the adrenaline rush you crave,
that inexorable fight,
that insane puncture into heat and blood.
And a dare you to finish what you’ve started.
Because here, Bullet,
here is where I complete the word
you bring hissing through the air,
here is where I moan
the barrel’s cold esophagus,
triggering my tongue’s
explosives for the rifling I have inside of me,
each twist of the round spun deeper,
because here, Bullet,
here is where the world ends,
every time.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *