Menu

Juni

Juni selalu mendebarkan bagiku karena di bulan ini kamu ulang tahun. Karena itu pula aku melakukan satu hal yang langka dalam hidupku: memberi kado. Betul. Bahkan saat teman-temanku, dan juga saudara-saudaraku menikah atau ulang tahun, aku tak pernah memberikan kado atau hadiah.

Juni tahun lalu aku mengirimkan kado berupa buku kepadamu. Hanya buku, yang dikirim dari kotaku, yang saat itu terpikirkan olehku sebagai hadiah yang cocok. Mungkin karena kita dipertemukan puisi dan puisi, pertama-tama, kita jumpai dalam buku.

Kukirimkan dua buku untukmu namun hanya satu yang kuingat judulnya: Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Maafkan aku karena tak ingat judul yang satu lagi. Apakah kau ingat?

Ah, timbunan pekerjaan tentu membuatmu kesulitan mengingatnya. Lagipula koleksi bukumu banyak dan tentu kau akan kesulitan menentukan buku yang satu lagi itu. Belum lagi ingatan pahit tentang perpisahan kita, mantan pacarmu, pertengkaran kita dan sebagainya dan sebagainya.

Rasanya baru kemarin kukirimkan dua buku itu. Namun ternyata sudah setahun lewat dan aku sudah berhemat lagi untuk membelikanmu kado dan kita sudah kembali bersama lagi dan aku semakin takut berpisah darimu lagi dan sering galau dan menikmati rindu dendam dan cinta. Ah. Aku jadi sentimentil ya? Tapi bagaimana aku tak akan begitu?

Setiap saat aku jatuh cinta kepadamu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *