Menu

Hidroponik

Beberapa bulan terakhir aku selalu memikirkan tentang hidroponik: bercocok tanam dengan media tanam air. Lalu, setelah punya cukup uang, aku dan Ibu mulai mencobanya.

Aku belum pernah memanen satu pun tanaman yang kami tanam dengan sistem ini. Tapi, setidaknya sebulan terakhir ini, aku memperoleh kesibukan selain pekerjaan yang cukup ampuh untuk menghilangkan stres.


Kami menanam sawi, ketimun, cabai rawit, kangkung, bayam hijau, dan loncang. Tidak semua ditanam dengan media air, tentu saja. Setelah rak rancanganku jadi, walaupun berbeda dari rancangan awal, Ibu menata polibag berisi sawi, cabai, dan kangkung di situ.


Sebelumnya, Ibu menanam banyak tanaman di lahan di samping rumah, yang sekarang sudah bisa dirasakan sebagian hasilnya. Tapi entah kenapa aku tetap lebih suka hidroponik. Bahkan, tanaman yang kutanam lebih subur dengan hidroponik.
Mungkin karena motifku belajar hidroponik memang untuk berjaga-jaga. Lahan pertanian semakin sempit, jadi masuk akal jika aku menyiapkan diri untuk bisa memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Ketimun yang kutanam di botol air kemasan dan kugantung di teras sudah berbuah walaupun masih kecil. Sebulan lagi, tentu teras akan tampak hijau dan lebat oleh tanaman ketimun yang menjalar.
Suatu saat nanti, aku akan membangun rumah kaca yang memadai untuk menjadi petani modern betulan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *